Baterai litium-ionbanyak digunakan pada ponsel cerdas, laptop, dan kendaraan listrik, namun masih menghadapi tantangan terkait kecepatan pengisian daya, jangkauan, dan bahaya keselamatan. Baterai solid-state berbasis polimer dianggap sebagai arah komersialisasi awal yang menjanjikan karena biayanya yang rendah, fleksibilitas yang baik, dan kemudahan pemrosesan.
Baru-baru ini, tim peneliti di Universitas Fuzhou membuat kemajuan di bidang elektrolit polimer. Dengan menerapkan prinsip fisika dasar “medan listrik bawaan”, para peneliti memperkenalkan ion seng di dekat atom oksigen pada rantai polimer. Hal ini mengurangi kekuatan pengikatan pada ion litium, sehingga membangun jalur resistansi yang lebih rendah untuk transpor ion dalam elektrolit.
Desain ini secara signifikan menurunkan hambatan energi migrasi untuk ion litium, sehingga secara nyata meningkatkan kemampuan pengisian cepat dan masa pakai baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai litium besi fosfat yang menggunakan teknologi ini mempertahankan 84% kapasitasnya setelah 5.000 siklus pengisian-pengosongan pada laju 2C. Karya ini memelopori pendekatan baru untuk mengatur transportasi ion melalui bidang fisik, memberikan dukungan teknis untuk pengembangan baterai solid-state yang lebih aman dan berkinerja lebih tinggi.
Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman penelusuran yang lebih baik, menganalisis lalu lintas situs, dan mempersonalisasi konten. Dengan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.Kebijakan Privasi